KETERAMPILAN DASAR MEMBELAJARKAN


NAMA     : AHMAD FATHAN H.S

NPM        : 19.0305.0118

KELAS    : 5C PGSD

MAKUL   : MICRO TEACHING

 

Keterampilan dasar membelajarakan (KDM) ini merupakan ajang untuk mempraktikkan empat kompetensi  (pedagogis, profesional, kepribadian, dan social). Keterampilan dasar mengajar berikut diupayakan memberdayakan konesitas teknologi informasi sehingga memfasilitasi pembelajar untuk bekembang mandiri.

 

1.      KETERAMPILAN MENYUSUN SKENARIO

Seorang guru di haruskan mempunyai keterampilan menyusun scenario yang merupakan susunan tahapan atau langkah-langkah dalam pembelajaran.

Tujuannya yaitu

1)      Tujuannya Memberikan pedoman tentang tahap/langkah-langkah urutan kegiatan pembelajaran.

2)      Memberikan panduan tentang uraian kegiatan-kegiatan pembelajaran yang akan dilakukan baik oleh pengajar maupun peserta didik.

3)      Memberikan panalaran tentang strategi, teknik, metode, media dan alat yanq akan digunakan selama proses pembelajaran berlangsung.

Selain tujuan ada pula komponen yang perlu diperhatikan dalam menyusun scenario pembelajaran:

1)      Menetapkan tahap/langkah-langkah urutan kegiatan pembelajaran

2)      Menetapkan kegiatan-kegiatan pembelajaran yang akan dilakukan baik oleh pengajar maupun peserta didik

3)      Memilih metode dan strategi yang tepat

4)      Membuat rencana proses pembelajaran

5)      Mengelola kelas agar kelas dinamis, aktif interaktif, dan partisipatif. Ditambah dengan "Pembelajaran Aktif, lnovatif, Kreatif, Efektif, Menyenangkan” (PAIKEM).

6)      Mengorganisasi kelas secara klasikal, individu, maupun kelompok

7)      Menetapkan estimasi penggunaan waktu pada setiap kegiatan pembelajaran

8)      Memberi konsultasi kepada peserta didik (peran pengajar sebagai fasilitator)

Berikutnya dalam menyusun scenario terdapat prinsip penggunaan:

1)      Sesuai dengan kompetensi yang harus dikuasai oleh peserta didik

2)      Sesuai dengan jenis materi pembelajaran apakah: fakta, konsep, prinsip, atau prosedur (Reigeluth, 1987)

3)      Sesuai dengan kondisi kelas/sekolah menyangkut sarana maupun prasarana yang tersedia

4)      Sesuai dengan kemampuan pengajar

 

2.      KETERAMPILAN MENGELOLA KELAS

Dalam keterampilan ini guru dituntut untuk dapat mengelola, mengondisikan kelas. Menciptakan, dan memelihara suasana belajar atau kelas yang optimal dan dapat mengembalikan jika terdapat gangguan.

 

Tujuannya  dari adanya guru harus terampil mengelola kelas adalah supaya suasana kelas menjadi suasana yang nyaman bagi peserta didik, atau bilamana suasana mmenjadi kurang terkondisi, guru dapat sesegera mungkin mengelola kelas dengan baik.

 

Komponen

Suwarna 2006 menyebutkan ada 2 komponen keterampilan mengelola kelas yaitu: keterampilan yang berhubungan dengan penciptaan dan pemeliharaan kondisi belajar yang optimal bersifat preventif dan keterampilan yang berhubungan dengan pengembalian kondisi belajar yang optimal. 1 Keterampilan yang berhubungan dengan penciptaan dan pemeliharaan kondisi belajar yang optimal bersifat preventif. Keterampilan ini berkaitan dengan kemampuan guru dalam mengambil inisiatif dan mengendalikan kegiatan pembelajaran sehingga berjalan secara optimal, efisien dan efektif. Keterampilan tersebut meliputi: menunjukkan sikap tanggap, memberi perhatian, memusatkan perhatian kelompok, memberikan petunjuk yang jelas, dan menegur siswa yang bertingkah laku mengganggu di kelas dengan bijaksana, dan memberi penguatan. 2 Keterampilan yang berhubungan dengan pengembalian kondisi belajar yang optimal. Keterampilan ini berkaitan dengan respon guru terhadap gangguan siswa yang berkelanjutan Mulyasa, 2006.

 

Adapun prinsip dalam keterampilan kelas yaitu guru sebisa mungkin hangat kepada siswanya contohnya memberikan waktu untuk peserta didik bercerita atau saling bertanya kabar, selain hangat guru juga diharapkan memiliki sikap luwes anggap peserta didik adalah anak atau saudara kita sendiri, sesekali panggil mereka dengan sebutan “Nak” karena peserta didik akan merasa lebih dekat dengan gurunya

 

3.      KETERAMPILAN MEMBUKA PELAJARAN

 Merupakan kegiatan dan pernyataan guru yang dilakukan pada pertama kali kegiatan pembelajaran dilaksanakan dengan.

 

Tujuannya untuk menciptakan suasana siap mental dan menimbulkan perhatian siswa agar terpusat pada hal-hal yang akan dipelajari.

 

Komponen

1)      menarik perhatian anak

2)      menimbulkan motivasi

3)      memberikan acuan

4)      membuat kaitan.

 

4.      KETERAMPILAN MENJELASKAN

Yang dimaksud dengan ketrampilan menjelaskan adalah penyajian informasi secara lisan yang diorganisasikan secara sistematik untuk menunjukkan adanya hubungan yang satu dengan yang lainnya.

Tujuan dari keterampilan menjelaskan agar siswa paham atas materi yang telah disampaikan gurunya, melibatkan siswa turut aktif dalam kegiatan pembelajaran dan agar guru mendapat balikan dari siswa jadi guru mengetahui apakah penjelasan yang disampaikan sudah tertransfer dengan baik atau belum. Sselanjutnya ada prinsisp dalam keterampilan menjelaskan.

Komponen-komponen ketrampilan menjelaskan terbagi dua, yaitu : Merencanakan, hal ini mencakup penganalisaan masalah secara keseluruhan, penentuan jenis hubungan yang ada diantara unsur-unsur yang dikaitkan dengan penggunaan hukum, rumus, atau generalisasi yang sesuai dengan hubungan yang telah ditentukan. Dan penyajian suatu penjelasan, dengan memperhatikan hal-hal sebagai berikut : kejelasan, penggunaan contoh dan ilustrasi, pemberian tekanan, dan penggunaan balikan.

 

5.      KETERAMPILAN MEMBERIKAN PENGUATAN

Keterampilan memberikaan penguatan merupakan suatu kegiatan yang dilakukan guru dalam upaya apresiasi pada peserta didik yang telah melakukan suatu perbuatan baik contohnya berikan reward sederhana dengan cara mengajak teman-temannya bertepuk tangan, ataupun memberikan pujian.

Bertujuan untuk meningkatkan perhatian siswa terhadap pelajaran, merangsang dan meningkatkan motivasi belajar dan meningkatkan kegiatan belajar serta membina tingkah laku siswa yang produktif

Komponen-komponen itu adalah : Penguatan verbal, diungkapkan dengan menggunakan kata-kata pujian, penghargaan, persetujuan dan sebagainya. Dan penguatan non-verbal, terdiri dari penguatan berupa mimik dan gerakan badan, penguatan dengan cara mendekati, penguatan dengan sentuhan (contact), penguatan dengan kegiatan yang menyenangkan, penguatan berupa simbol atau benda dan penguatan tak penuh. Penggunaan penguatan secara evektif harus memperhatikan tiga hal, yaitu kehangatan dan evektifitas, kebermaknaan, dan menghindari penggunaan respons yang negatif.

 

6.      KETERAMPILAN MENGGUNAKAN ALAT MEDIA PEMBELAJARAN

Merupakan cara guru memanfaatkan tekonologi yang ada untuk memudahkan kegiatan pembelajaran.

Tujuannya untuk mengatasi keterbatasan waktu, memperlancar jalannya proses pembelajaran, dan memberi siswa kesempatan unuk belajar mandiri.

Komponen yaitu media audio, media visual, dan media audio visual.

 

7.      KETERAMPILAN PEMBELAJARAN DARING

Pembelajaran daring merupakan pembelajaran jarak jauh yang menggunakan jaringan internet sebagai penunjang. 

Tujuan pembelajaran daring adalah memudahkan penyampaian materi ajar dalam pembelajaran yang dilakukan jarak jauh. 

Komponen pembelajaran daring yaitu strategi pembelajaran, model pembelajaran, dan teknologi pembelajaran. 

 

8.      KETERAMPILAN MENGADAKAN VARIASI

Variasi stimulus adalah suatu kegiatan guru dalam konteks proses interaksi belajar mengajar yang di tujukan untuk mengatasi kebosanan siswa sehingga, dalam situasi belajar mengajar, siswa senantiasa menunjukkan ketekunan, serta penuh partisipasi. Variasi dalam kegiatan belajar mengajar dimaksudkan sebagai proses perubahan dalam pengajaran, yang dapat di kelompokkan ke dalam tiga kelompok atau komponen, yaitu : – Variasi dalam cara mengajar guru, meliputi : penggunaan variasi suara (teacher voice), Pemusatan perhatian siswa (focusing), kesenyapan atau kebisuan guru (teacher silence), mengadakan kontak pandang dan gerak (eye contact and movement), gerakan badan mimik: variasi dalam ekspresi wajah guru, dan pergantian posisi guru dalam kelas dan gerak guru ( teachers movement). – Variasi dalam penggunaan media dan alat pengajaran. Media dan alat pengajaran bila ditunjau dari indera yang digunakan dapat digolongkan ke dalam tiga bagian, yakni dapat didengar, dilihat, dan diraba. Adapun variasi penggunaan alat antara lain adalah sebagai berikut : variasi alat atau bahan yang dapat dilihat (visual aids), variasi alat atau bahan yang dapat didengart (auditif aids), variasi alat atau bahan yang dapat diraba (motorik), dan variasi alat atau bahan yang dapat didengar, dilihat dan diraba (audio visual aids). – Variasi pola interaksi dan kegiatan siswa. Pola interaksi guru dengan murid dalam kegiatan belajar mengajar sangat beraneka ragam coraknya. Penggunaan variasi pola interaksi dimaksudkan agar tidak menimbulkan kebosanan, kejemuan, serta untuk menghidupkan suasana kelas demi keberhasilan siswa dalam mencapai tujuan.

 

9.      KETERAMPILAN MEMBIMBING DISKUSI ATAU AKTIVITAS PEMBELAJARAN LAINYA

Keterampilan membimbing diskusi dan aktivitas lainnya merupkan kegiatan guru dalam mengarahkan proses diskusi siswa agar terarah dan berjalan efektif atau sesuai

Kelompok kecil dan perorangan memiliki tujuan dalam pembelajaran sebagai berikut:

1)      Tujuan pembelajaran kelompok kecil Tujuan pembelajaran kelompok kecil yaitu (1).meningkatkan kualitas pembelajaran yang berdinamika; (2). mampu memcahkan masalah belajar secara bersama-sama; (3) mengembangkan sikap sosial peserta didik.

2)      Tujuan pembelajaran perorangan Tujuan pembelajaran perorangan yaitu (1) membangkitkan rasa tanggung jawab setiap peserta didik; (2) meningkatkan kreatifitas peserta didik; (3) membuat proses pembelajaran menjadi lebih aktif.

Komponen:

1)      Selama kegiatan kelompok kecil dan perorangan langsung, guru berperan sebagai organisator yang mengatur memonitor kegiatan dari awal sampai akhir. Dalam hal ini guru memerlukan keterampilan untuk melakukan hal-hal berikut:

2)      Memberikan orentasi umum tentang tujuan, tugas dan pemecahan masalah dalam setiap kegiatan pembelajaran

3)      Memvariasikan kegiatan pembelajaran baik dalam bentuk gaya belajar, peralatan dan media pembelajaran, alokasi waktu kegiatan pembelajaran

4)      Membentuk kelompok yang tepat dalam jumlah tingkat kemampuan dan lain-lain sehingga peserta didik siap mengerjakan tugas yang diberikan guru denga berbagai sumber belajar

5)      Menkorrodinasikan kegiatan pembelajaran dengan cara melihat kemajuan peserta didik dan memberikan bantuan pada saat yang dibutuhkan

6)      Membagi perhatian pada setiap tugas yang diberikan sesuai kebutuhan peserta didik

7)      Mengakhiri kegiatan pembelajaran dengan suatu akumulasi yang berupa laporan hasil yang dicapai peserta didik serta kesimpulan tentang kemajuan belajar peserta didik.

Prinsip

Prinsip memberlajaran diskusi kelompk kecil dan perorangan salah satunya adanya interaksi aktif dan positif antar sesama, baik guru, peserta didiik, maupun sumber belajar. Interaksi tersebut akan memberikan komunikasi yang baik dan menciptakan kondisi belajar menjadi lebih optimal dan efektif.

10.  KETERAMPILAN BERTANYA JAWAB / BERTANYA DASAR-LANJUTAN

Guru harus menguasai keterampilan bertanya karena guru cenderung mendominasi kelas dengan ceramah, siswa tidak terbiasa bertanya, siswa perlu dilibatkan secara penuh dalam hal mental dan intelektual, dan diasumsikan soal hanya untuk tes . 

Tujuannya

1)      Mendorong siswa berpikir 

2)      Meningkatkan keterlibatan siswa 

3)      Mendorong siswa untuk bertanya 

4)      Mendiagnosis kelemahan siswa 

5)      Fokuskan perhatian siswa pada suatu masalah dan 

6)      Bantu siswa mengungkapkan pendapat mereka dalam bahasa yang baik. 

Komponennya 1) pengungkapan pertanyataan secara jelas, (2) pemberian acuan, (3) pemusatan perhatian, (4) pemindahan giliran, (5) penyebaran giliran, (6) pemberian waktu berpikir, (7) pemberian tuntutan, (8) pengungkapan tuntuan.

 

11.  KETERAMPILAN MENGEVALUASI DAN MEREFLEKSI

Evaluasi merupakan proses penilaian pertumbuhan siswa dalam proses belajar mengajar. Pencapaian perkembangan siswa perlu diukur, baik posisi siswa sebagai individu maupun posisinya di dalam kelompok. Hal yang demikian perlu disadari oleh seorang guru karena pada umumnya siswa masuk kelas dengan kamampuan bervariasi. Ada siswa yang cepat menangkap materi pelajaran, tetapi ada pula yang tergolong memiliki kecepatan biasa dan ada pula yang tergolong lambat. Guru dapat mengevaluasi pertumbuhan kemampuan siswa tersebut dengan mengetahui apa yang mereka kerjakan dari awal sampai akhir belajar.

 

Tujuan evaluasi adalah untuk mendapatkan data pembuktian yang akan menunjukan sampai dimana tingkat kemampuan dan keberhasilan siswa dalam mencapai tujuan-tujuan kurikuler. Disamping itu juga dapat digunakan guru dan pengawas pendidikan untuk mengukur dan menilai sampai dimana keefektifan pengalaman-pengalaman mengajar, kegiatan-kegiatan belajar, dan metode-metode mengajar yang digunakan.

 

Komponen

1)      Penilaian

2)      Pengukuran

3)      Tes

 

12.  KETERAMPILAN MENUTUP PEMBELAJARAN

Kegiatan menutup pelajaran adalah kegiatan yang dilakukan guru untuk me-ngakhiri kegiatan inti pelajaran. Usaha menutup pelajaran tersebut dimaksudkan untuk memberikan gambaran menyeluruh tentang apa yang telah dipelajari siswa, mengetahui tingkat pencapaian siswa dan tingkat keberhasilan guru dalam proses belajar mengajar. Usaha-usaha yang dapat dilakukan guru antara lain adalah merangkum kembali atau menyuruh siswa membuat ringkasan dan mengadakan evaluasi tentang materi pelajaran yang baru diberikan. Seperti halnya kegiatan membuka pelajaran, kegiatan menutup pelajaran ini harus dilakukan guru tidak saja pada akhir jam pelajaran tetapi juga pada akhir setiap penggal kegiatan dari inti pelajaran yang diberikan selama jam pelajaran itu. Seperti halnya kegiatan membuka pelajaran, kegiatan menutup pelajaran juga tidak mencakup urut-urutan kegiatan rutin seperti memberi tugas dirumah, tetapi kegiatan yang ada kegiatan langsung dengan penyampaian materi pelajaran.

Komponen dalam menutup pembelajaran

-          Meninjau kembali (merangkum inti pelajaran,membuat ringkasan,

Mengevaluasi (mendemonstrasikan ketersmpilsn, mengaplikasikan ide baru pada situasi lan, mengekspresikan pendapat siswa sendiri-sendiri).

Komentar

  1. Raveena Widya Santoso_19.0305.0121
    Menurut saya nilai yang sesuai diberikan pada materi ini 3.
    Dijelaskan pada materi ketrampilan dasar mengajar sudah diberikan pengertian yang mudah dipahami, dan juga sudah menyebutkan 12 macam ketrampilan dasar mengajar sesuai hanya saja kelemahannya ada beberapa ketrampilan yang tidak disebutkan prinsipnya.

    BalasHapus
  2. Inasa seva hananun_19.0305.0113
    Menurut saya nilainya 3.
    Karena sudah mencangkup materi yang diberikan dan juga mudah dimengerti untuk dipelajari, dan juga materi yang diberikan terdiri dari beberapa bagian penting

    BalasHapus

Posting Komentar